Situs pasaran bola – Penyelesaian Kesudahan Jelek dalam Laga Liverpool vs Sunderland

Situs pasaran bola – Penyelesaian Kesudahan Jelek dalam Laga Liverpool vs Sunderland

 

 

Liverpool gagal memikat nilai penuh kala menjamu Sunderland di stasion Anfield, Sabtu (6/12/2014) malam. Bermodalkan dua keunggulan di pertarungan sebelumnya, The Reds kesempatan ini hanya bisa memikat 1 poin karena diimbangi The Black Cats dengan skor kacamata, 0-0.test1

 

Sejatinya Liverpool lumayan mengendalikan permainan sejauh kompetisi. Tercatat 15 tembakan makbul dilepaskan skuat ajaran Brendan Rodgers. Total ini 2 kali lipat dgn apa yg Sunderland lakukan (hanya 7 kali). Tapi lini depan Liverpool sering menyia-nyiakan peluang dengan demikian tidak 1 gol pun sukses tercipta.

 

Sembilan Tokoh Sunderland Ketika Bertahan

 

Sunderland mengemukakan pertahanan yg solid pada bagian perdana. Connor Wickham cs mempergunakan 9 tokoh begitu mengelola aktivitas penjagaan. Sebelum mendatangi area box penalti, Liverpool hendak dihadang sama lima gelandang Sunderland yg mengatur tembok di depan empat bek sejajar.

 

Sunderland tidak melakukan pressing bernafsu utk memiliki bola. poker online terpercaya Para pemainnya condong kian bersabar serta menyambut momentum buat melaksanakan tekel atau pun intersep. Dibanding menjabal bola, tiap-tiap pemain Sunderland semakin menyeleksi buat menjaga kerapatan di depan gawang.

 

Trik tersebut makbul menciptakan Liverpool kerumitan bagi merangsek di daerah kotak penalti. Mereka menguji memainkan umpan-umpan singkat pada depan box penalti, melepaskan bola bergulir tanpa buru-buru dikirim ke dalam tempat penalti, untuk menggelitik tokoh Sunderland menongol dr sarangnya (khususnya di putaran mula-mula). Akan tetapi tiap-tiap pemain Sunderland tak menjemput jebakan para tokoh Liverpool itu.

 

Sebab usaha bertahan itu, Liverpool hanya sanggup melepaskan 2 tembakan, dgn keduanya gak mengenai sasaran. Dua-duanya lahir dari status yg tak terlalu menguntungkan, bukan kesempatan emas, lagi-lagi sebab begitu rapatnya pemain Sunderland mewujudkan tameng pertahanan.

 

Menyadari umpan-umpan singkat dan men-delay hantaman di depan tempat penalti tidak berhasil menggelitik pemain Sunderland melonggarkan pertahanan, anak bimbingan Brendan Rogders tersebut dan kemudian menguji jalan beda dengan memanfaatkan lebar lapangan. Berdokumentasikan, seturut putaran I, Liverpool mengelakkan 12 kali sasaran silang, hanya 2 yang menyerempet sasaran. Lini tameng Sunderland di dalam putaran perdana amat kokoh.

 

Menggunakan Simone Vergini yang kewalahan

 

Tatkala episode II, Liverpool semakin agresif menyerang atas ke-2 sisi sayap. Umpan-umpan silang menjadi cara alternatif bagi Liverpool bagi mengoyak tembok Sunderland di dalam babak ke 2. Tercatat 41 umpan silang (29 di antaranya lahir pada babak II) dilepaskan Liverpool pada pertarungan itu.

 

Kecuali umpan silang, mereka pula mengetes meruntuhkan defensi Sunderland oleh aksi-aksi dribling pula dr sisi bagian. Terekam, 24 dari 30 usaha dribble dijalani oleh pemain yang berada dalam sebelah sayap (Alberto Moreno, Raheem Sterling, Adam Lallana, dan Glen Johnson).

 

Jalan ke 2 ini, melalui aksi-aksi penerobosan atas sisi sayap, sebenernya kian berhasil merepotkan lini pertahanan Sunderland. Di dalam episode II, serangan melalui sebelah kiri sangat diandalkan serupa pintu merembes menyatroni tempat penalti Sunderland.

 

Trik ini dipilih soalnya di episode ke-2, bek kanan Sunderland, Simone Vergini, start kecapekan menghadapi ketangkasan Sterling di mana ia pula kudu rajin mendukung lini serang dgn melakukan overlap. Vergini yang kewalahan inilah memerankan titik serang Liverpool.

 

Pada grafis yang di atas, begitu terlihat bahwa Vergini mengenyami penurunan prestasi pada 45 menit putaran ke 2. Heatmap-nya sejauh pertandingan pun menyampaikan kalau Vergini tekun menyerempet sisi kiri defensi lawan, akan tetapi dalam sisi lainnya dia juga dengan kontinyu diganggu oleh ketangkasan Sterling.

 

Back to top